Senin, 09 Mei 2011

Pengajar Mengajar, Pelajar Melongo



Pada tahun 2010 lalu, saya menyelenggarakan Tour Seminar Pendidikan untuk guru-guru semua tingkatan, mulai dari SD hingga SMU. Tour yang dilaksanakan di beberapa kota di Sulawesi Selatan tersebut sekaligus menjadi ajang perburuan bagi para guru untuk mendapatkan sertifikat yang seperti menjadi JIMAT  lulus Sertifikasi demi kenaikan pangkat/golongan, pastinya juga meningkatkan taraf ekonomi mereka.
Dalam tour tersebut juga terdapat pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan membuat laporan tindakan kelas yang merupakan menu wajib para guru. Tetapi, ada sebuah fenomena yang cukup menarik selama pelaksanaan kegiatan ini yang terjadi di semua tempat pelaksanaan seminar. Tidak sedikit dari mereka hanya menginginkan sertifikatnya saja dengan membeli selembar “jimat” tersebut tanpa mau mengikuti semua sesi kegiatan. Alasannya hampir sama dan sangat sederhana. “ Intinya kan sertifikat..”.
Saya pun jadi teringat pengalaman saat KKN (Kuliah Kerja Nyata) beberapa tahun lalu di sebuah Desa yang cukup jauh dari keramaian kota. Bahkan kami sempat mengatakan bahwa desa ini tidak ada dalam peta.. J. Salah satu program kami saat itu adalah mengajar di sekolah dasar yang jumlahnya 2 buah. Yang mengejutkan adalah, tidak sedikit siswa kelas 6 yang TIDAK BISA MEMBACA..!!! Padahal saat itu kurang dari 3 bulan lagi pelaksanaan EBTA-EBTANAS (sekarang UAS-UAN). Dan ketika kami menanyakan kenapa dinaikkan jika mereka tidak bisa membaca, lagi-lagi jawaban sederhana yang diberikan. “ Mau bagaimana lagi, kami juga dituntut untuk meningkatkan jumlah siswa yang naik kelas dan lulus”. Bukan hanya itu, ada alasan lain yang membuat miris. “ Beberapa anak yang tidak bisa membaca itu adalah anak dari KEPALA DUSUN dan TOKOH MASYARAKAT di sini “.
Ada sebuah tulisan lain yang dibuat oleh salah seorang teman. Dia menuliskan tentang kegelisahannya selama berstatus mahasiswa. Di kampusnya, beberapa dosen hanya sekedar datang mengajar setelah itu memberikan tugas. Lucunya, disaat sang dosen memberikan pertanyaan hampir semua mahasiswa tidak dapat menjawab. Sang Dosen pun menyalahkan para mahasiswa karena tidak memperhatikan selama BELIAU menjelaskan.
Sebuah pertanyaan besar, MENGAPA SELALU PELAJAR YANG DISALAHKAN KETIKA MEREKA GAGAL..???
Kemarin, saya sempat ngobrol dengan seorang guru SD Kelas V di sebuah Kelurahan di Kabupaten Merauke. Dia sempat mengatakan bahwa KEGAGALAN SEORANG GURU/PENGAJAR adalah saat PELAJAR tidak mampu menjawab pertanyaan atau soal yang sudah pernah diajarkan. Menurutnya, dia GAGAL mentransfer pelajaran sehingga dia sebagai seorang PENGAJAR harus mencari cara untuk menanggulangi permasalahan tersebut.
Menyenangkan, ternyata masih ada juga PENGAJAR yang berpikir seperti itu diantara sekian banyak yang tidak mau ambil pusing. Sebelum berpisah, dia sempat menitip pesan, “ SEORANG PENGAJAR BELUM TENTU MAMPU MENDIDIK. TETAPI SEORANG PENDIDIK PASTI BISA MENGAJAR “.
TEODORA.S.T.PARAPAT, A.Ma.Pd , tertulis di dada kiri jaket yang dikenakan guru tersebut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar